Friday, April 14, 2017

Kisah Nabi Yusuf AS dalam al-qur'an lengkap

Keponihya Beliau merupakan putra ke tujuh dari dua belas anak Nabi Yakub dari istri bernama Rahil. Yusuf adalah cucu dari Nabi Ishaq. Garis keturunannya adalah Yusuf bin Yakub bin Ishaq bin Ibrahim in Azara bin Nahur bin Suruj bin Ra’u bin Falij bin ‘Abir bin Syalih bin Arfahsad bin Syam bin Nuh. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 1715 SM dan ditugaskan berdakwah di negara Mesir.


Dalam AL-Quran, kisah Nabi Yusuf  ada dalam satu surat penuh bernama Surat Yusuf. Disebutkan bahwa sebab turunnya surat Suyuf adalah karena orang orang yahudi meminta kepada Nabi Muhammad SAW untuk menceritakan kepada mereka kisah Nabi Yusuf. Kisah Nabi Yusuf  diriwayatkan telah mengalami perubahan pada sebagian kisah dan terdapat beberapa penambahan.
Allah SWT berfirman : “Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.” (QS. 12 : 3)
Pada suatu waktu Nabi Yusuf as bermimpi melihat sebelas bintang, mathari, dan bulan semuanya sujud kepadanya, dan mimpinya itu disampaikan kepada ayahnya yaitu Nabi Yakub, sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an pada ayat berikut ini:
“(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.”
Ayah berkata: “Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (QS. 12 : 4 – 5)
Semenjak kecil, Nabi Yusuf sangat disayang oleh nabi Yakub dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang lain, terutama setelah ibu kandungnya Rahil meninggal dunia. Saat ibunya meninggal, Yusuf masih berusia 12 bulan. Karena hal ini lah Yakub sangat menyanyangi Yusuf dibanding anak-anak lainnya.
Karena kecemburuan dan kedengkian saudara-saudaranya, Suatu kala mereka berniat untuk mencelakakan Nabi Yuusf. Dengan menysunrencana, saudara-saudara yusuf yang semuanya sepuluh orang tanpa Benyamin adiknya Yusuf, mereka memulai rencana jahatnya dengan meminta Izin kepada Yakub untuk membawa Yusuf pergi. Dengan rasa khawatir, Yakub mengizinkan mereka semua pergi dan mempercayai anak-anaknya yang lain akan menjaga Yusuf dengan baik.
Tapi rencana jahat tetap berjalan. Yusuf dibawa ke gurun yang amat sepi dan ditenggelamkan ke sebuah sumur yang berada disana. Tapi Allah memberi wahyu kepada Yusuf agar tidak takut karena Allah menjamin ia akan selamat.
Saudara-saudara Yusuf lantas pulang dengan berbohong kepada ayah mereka dan berkata kalau Yusuf telah dimakan oleh srigala dengan bukti pakaian utuh Ysuf yang sudah dibaluri darah hewan yang sebelumnya mereka sembelih. Nabi Yakub tak percaya begitu saja anaknya celaka.  Dengan kebijakan dan keyakinannya. Ia meminta agar diberi kesabaran dan memohon pertolongan kepada Allah SWT atas apa yang mereka lakukan terhadap putra kesayangannya.
Nabi Yusuf Selamat dan Dijual ke Orang Mesir
Sesuai Janji Allah, Yusuf akhirnya tetap selamat. Ia dipertemukan oleh para kafilah yang sedang berjalan menuju Mesir. Awal mulanya kafilah itu sedang menuju sumur untuk menambah air. Ternyata sumur itu tempat dibuangnya Nabi Yusuf. Saat kafilah itu menimba air, lalu ada Nabi Yusuf bergelantung pada timba tersebut. Terkejutlah mereka dari apa yang mereka timba yang mereka kira itu air yang banyak.
Pada zaman itu aturannya adalah bahwa siapa yang menemukan sesuatu yang hilang, maka ia yang akan menjadi pemiliknya. Awalnya orang yang menemukannya sangat senang, namun ia berfikir mengenai tanggung jawab yang harus ditanggungnya untuk merawat Yusuf .Karena itu mereka berencana untuk menjualnya ketika tiba di Mesir.
Setibanya mereka sampai di Mesir. Yusuf segera dijual di pasar dengan harga yang sangat murah. Ketika itu Yufus dibeli orang kaya di Mesir. Orang itu membeli Nabi Yusuf  dan menjadikan anak angkatnya. Yusuf lalu dirawat oleh istri orang kaya tersebut bernama Zulaikha. dan ternyata criters, Lelaki yang membeli Nabi Yusuf adalah Al-Azis yang merupakan orang penting di Mesir. Ia adalah seorang menteri di antara menteri-menteri raja.
Namun berawal dari sinilah ujian Nabi Yusuf dimulai, dimana ketika ia dewasa dan semakin tampan, Zulaikha istri dari AL-Azis menggoda keimanan Nabi Yusuf, hingga kisah dimana Nabi Yusuf dipenjara tanpa melakukan kesalahan apapun.
Kisah Ketampanan Nabi Yusuf
Nabi Yusuf dikisahkan manusia paling tampan yang pernah ada di muka bumi ini. Pasti juga ada yang pernah mendengar, karena ketampanannya itu pula pernah ada kejadian para wanita yang sedang memotong buah apel sampai teriris tangannya karena terpukau melihat ketampanan Nabi Yusuf.
Cerita ini adalah kelanjutan dari cerita Yusuf dan Zulaikha criters. Ternyata, kejadian antara Yusuf dan Zulaikha telah sampai ketelinga para warga meski saat itu Al-Azis suami dari Zulaikha berpesan agar aib tersebut tidak sampai ketelinga orang lain. Peristiwa itu tersebar dari satu istana ke istana istana penguasa. Kemudian wanita-wanita yang tinggal di istana itu mulai ram-ramai menjadikan bahan pembicaraan. Beberapa saat kemudian kejadian itupun tersebar ke penjuru kota.
Tahu dirinya jadi pembicaraan, Zulaikha melakukan pembelaan diri dengan mengundang para isteri-isterimenteri lainnya untuk datang ke rumahnya, untuk dijamu dengan makanan dan minuman. Sembari berpikir apa yang akan dilakukannya, tercetus lah ide agar meletakkan pisau pisau yang tajam di sebelah buah apel yang dihidangkan, dan juga diletakkan kain putih disebelah piring yang ada ada apelnya.
Tak menyangka, Zulaikha mengakui kalau dirinya memang jatuh cinta kepada Yusuf. Dibuatlah mereka pensaran seperti apa rupa Yusuf sehingga istri menteri AL-Azis menyukainya. Sambil mendengar cerita dari Zulaikha, mereka mulai mengupas apel yang telah disediakan.
Nabi Yusuf pun dipanggil oleh Zulaikha untuk masuk.  Sungguh mereka tercengang ketika menyaksikan wajah yang bercahaya yang menampilkan ketampanan yang luar biasa. Para tamu wanita itu terdiam dan mereka bertakbir, dan pada saat yang sama mereka terus memotong buah apel yang mereka pegang. Mata mereka pun terus menatap ketampanan Yusuf sehingga menghiraukan kalau mereka sedang memotong buah. Tak sadar, wanita wanita itu justru memotong tangannya sendiri namun mereka tidak merasakan bahwa tangan mereka terpotong. Kekaguman mereka kepada ketampanan Yusuf  bahkan membuat mereka tidak merasakan sakit saat keluar darah ketika tangan mereka terpotong.
Semua wanita yang ikut serta dalam undangan itu mencoba merayu Nabi Yusuf dengan menggunakan lirikan, gerakan-gerakan tertentu, sebuah syarat, atau dengan bahasa yang jelas. Yusuf memohon pertolongan kepada Allah agar ia diselamatkan dari tipu daya mereka. Sebagai seorang manusia yang memiliki nafsu Ia berdoa kepada Allah agar memalingkan tipu daya mereka darinya sehingga ia tidak termasuk dari orang-orang yang bodoh. Lalu Allah mengambulkan doanya dan kemudian jari-jari wanita yang terputus mulai merasakan kesakitan, dan Nabi Yusuf meninggalkan ruang makanan itu.
“Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (emenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.” (Qs : 12 : 33)
Karena ketampananya juga, pemerintah kerajaan memutuskan untuk memasukan Yusuf kedalam penjara meski sebetulnya Yusuf tidak melakukan kesalahan apapun. Hal ini bertujuan untuk meredam dan menahan kendali wanita-wanita yang ada disana sampai pembicaraan mengenai Yusuf menjadi redup.
Kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha
Zulaikha atau isteri  Al-Azis selalu mengaawasi Nabi Yusuf as. Ia selalu mengamati kejernihan mata Nabi Yusuf sehingga pada akhirnya kekagumannya Zulaikha semakin bertambah pada Nabi Yusuf.
Zulaikah jatuh cinta pada Yusuf. Ia merayunya dengan  terang terangan. Nabi Yusuf terus dirayu oleh orang yang awalnya merawatnya dengan rayuan yang umumnya dilakukan oleh wanita pada laki-laki meski Yusuf terus menyuekinya.
Terus mendapat penolakan, Zulaikha tidak menyerah begitu saja, hingga sampai terjadilah suatu kejadian saat Zulaikha membawa Yusuf ke sebuah kamar idan menutup semua pintu dan melupakan rasa malunya, kemudian ia mengunggapkan rasa cintanya Nabi Yusuf. Terjadilan pergelutan antara mereka berdua. Dipenuhi nafsu, Zulaikha mencoba menarik Yusuf dan memeluknya. Tapi dengan keimananya, Yusuf selalu ingin menghindar dari ‘serangan’ Zulaikha sesampailah Yusuf berlari keluar dengan tangan Zulaikha masih menarik-narik pakaian Yusuf. Naas, datanglah Suami Zulaikha, Al-Azis yang kebetulan ingin masuk ke kamar.
Tak ingin dicap kejelekan, dengan kelicikan Zulaikha malah menuduh Yusuf ingin memperkosanya dihadapan AL-Azis. Wanita itu menuduh Nabi Yusuf telah merayunya.
“Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata: “apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan isterimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih.” (Qs : 12 : 25)
Namun merasa terpojokan, Yusuf membela diri dengan mengatakan:
Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)” dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksian : “Jika baju gamis koyak di muka, maka wanita itu benar dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusata. Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita itu yang dusta, dan Yusuf termasuk orang-orang yang benar” (Qs 12 : 26 – 27).
Al-Azis tidak menuduh Yusuf tapi menyelidiki terlebih dahulu dibantu oleh seorang penengah yang pada akhirnya, Al-Azis meyakini jika istrinya yang telah bersalah. Al-Azis meminta Yusuf untuk melupakan hal ini dan jangan sampai berita ini tersebar keluar, dan meminta istrinya agar bertobat dan meminta ampun kepada Tuhan.

No comments: